Jumat, 11 September 2015

CERITA LUCU BAGIAN KE - 32 TAHUN 2015

PERJALANAN KE PLANET MARS

Alkisah, pada tahun 2777 dan Parto dan Parni mendarat di Mars setelah mengumpulkan cukup biaya. Mereka bertemu beberapa orang Mars dan berbicara tentang segala macam hal.

Parto bertanya apakah Mars memiliki pasar saham, apakah mereka memiliki komputer, bagaimana mereka membuat uang, dan lain-lain. Akhirnya, Parni membawa pembicaraan ke masalah seks.

"Hanya bagaimana kalian melakukannya?" tanya Parni. "Cukup banyak cara yang Anda lakukan," jawab orang Mars. Diskusi terjadi kemudian dan akhirnya pasangan memutuskan untuk bertukar mitra untuk semalam dan berbagi pengalaman satu sama lain.

Parni dan orang laki-laki Mars pergi ke kamar tidur. Laki-laki itu punya 'alat' yang mungil, kecil sekali dengan panjang sekitar 3 cm dan tebal 1 cm.

"Saya tidak berpikir ini akan bekerja," kata Parni.

"Kenapa?" orang Mars itu bertanya.

"Yah," jawabnya, "BArang segitu saja tidak akan cukup untuk saya!"

"Tidak masalah," katanya, "Laki-laki Mars itu menampar dahinya sendiri dengan telapak tangannya. Dengan setiap tamparan dari dahinya, 'alat'nya tumbuh sampai cukup panjang.

"Wah," katanya, "Itu cukup mengesankan, tapi masih terlalu kecil..."

"Tidak masalah," katanya, dan laki-laki Mars itu mulai menarik telinganya. Dengan setiap tarikan, 'alat'nya tumbuh membesar sampai seluruh ukuran yang sangat menarik untuk wanita.

"Wow!" Parni berseru, dan mereka melanjutkan kegiatan itu dengan penuh gairah.

Keesokan harinya, pasangan kembali ke pasangan normal mereka dan berpisah. Saat mereka berjalan bersama, Parto bertanya, "Yah, bagaimana keadaan semalam?"

"Aku benci mengatakannya," kata Parni, "tapi itu cukup indah. Bagaimana denganmu?"

"Itu mengerikan," dia menjawab, "Aku sakit kepala. Wanita Mars itu terus menampar kening dan menarik telingaku."


SAKSI BISU KASUS PEMERKOSAAN

Di sebuah Pengadilan sedang berlangsung penyidangan kasus pemerkosaan dengan menghadirkan saksi seorang yang bisu (Saksi Bisu). Karena saksi orang yang bisu maka untuk dapat memperoleh informasi, sang saksi didampingi oleh penterjemah.

Jaksa : "Apa betul anda melihat sendiri sewaktu kasus pemerkosaan tersebut terjadi?"

Dengan bahasa isyarat dan suara yang keluar dari mulutnya saksi berusaha menjawab pertanyaan Jaksa.

Saksi: "Ah...ih..uh..."

Penterjemah: "Betul Pak, saya melihatnya sendiri!"

Jaksa: "Coba ceritakan kronologis peristiwa pemerkosaan tersebut?"

Saksi: "Ah.. uh.. uh... ih... ah.. bah... beehhhh... buuuhhhh..."

Penterjemah: "Waktu itu ada perempuan dengan pakaian seksi lewat di lorong gang dan dari arah yang berlawanan lewat seorang pemuda mabuk. Tiba-tiba perempuan itu ditarik dan didorong ke semak-semak. Pakaiannya dilucuti dan kemudian diperkosa.."

Jaksa : "Apa reaksi anda sewaktu melihat adegan pemerkosaan itu?"

Saksi : "Behbehbeh... Uuuuhhhh..."

Penterjemah : "Kaki saya gemeter dan celana saya basah."


UMUR BIBIR ATAS DAN BIBIR BAWAH

Sepasang pengantin baru sudah bersiap untuk pertempuran yang pertama kalinya...

Tono: "Ayolah dik kita mulai pemanasan.."

Tini: "Sabar dong bang diluar masih banyak orang.."

Tono: "Abang dah gak kuat neh..."

Tini: "Baiklah bang, tapi aku punya pertanyaan, kalau abang bisa jawab malam ini kupasrahkan semunya abang.."

Tono: "Oke apa pertanyaanmu?"

Tini: "Cewekkan punya dua bibir, bibir atas dan bawah, pertanyaannya tua yang mana bang, bibir atas apa bawah?"

Tono: "Wah kalau itu pertanyaannya keciiil, dik.."

Tini: "Apa bang jawabnya?"

Tono: "Pasti tua yang bawah... iyakan?"

Tini: "Sebabnya apa bang?"

Tono: "Karena yang bawah dah berewokan jadi dah tua dik.."

Tini: "Salah Bang!"

Tono: "Salah? jadi jawaban yang benar apa dik?"

Tini: "Yang benar adalah tua yang atas bang."

Tono: "Kok bisa dik, sebabnya apa dik?"

Tini: "Sebab bibir atas dah tumbuh gigi dan minumnya pake gelas sedangkan bibir bawah masih kecil bang kan belum tumbuh gigi minumnya aja masih ngedot..."

Tono & Tini : "SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU..."

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar