PEMBALUT UNTUK NENEK
Seorang nenek berumur 80 tahun tiba-tiba memanggil cucunya yang baru
duduk di kelas 5 SD. Si nenek menyuruh cucunya tersebut untuk
membelikannya sebuah pembalut.
Nenek : Cuu.., beliin nenek pembalut, Cuu !!
Cucu : Hahh, buat apa Nek?
Nenek : Udah ga usah cerewet !! Berangkat Sana!!
Cucu : Baiklah Nek.
Setelah diambilkan pembalut. Benda tersebut dibuka lalu ditempelkan di jidat si nenek.
Cucu : Loh Nek, kKok pembalut ditaruh di jidat??!
Nenek : Iyaa, cu. Buat ngilangin kerutan.
Cucu : Hahh, emang bisa?
Nenek : Anti Kerut, Anti Bocor, Carm Body Fit.
Cucu : **Tepuk Jidat?
RAHASIA AGAR BISA SAYANG SAMPAI KAKEK-NENEK
Cerita ini merupakan sebuah rahasia bagaimana sepasang suami-istri bisa
tetap sayang dan mesra sampai hari tua. Bahkan sampai kakek-nenek.
Ko Seng: "Sayang... Ini teman papa. Namanya Afong !!"
Istri Ko Seng: "Silahkan duduk Ko Afong. Aku buatin minuman dulu ya, Pa..."
Ko Seng: "Sekalian sama kue²nya, Darling ....."
Istri Ko Seng: "Iya Say..."
5 menit kemudian, istri Ko Seng menyuguhkan minuman dan kue...
Ko Seng: "Makasih, Honey" (sambil cium mesra pipi istrinya).
Istri Ko Seng: "Aku ke belakang lagi yaa, Pa..."
Ko Seng: "Silahkan, Cantik. Thanks ya, My Love..."
Afong sangat kagum dengan kemesraan Ko Seng dan istrinya.
Afong: "Kalian sudah menikah berapa lama..?"
Ko Seng: "30 tahun... Emangnya kenapa ?"
Afong: "Saya kagum..., kalian menikah sudah begitu lama, tapi koq masih mesra sekali seperti pengantin baru aja..."
Ko Seng: "maksud kamu ?"
Afong: "Saya perhatikan dari tadi kamu manggil istrimu dengan sebutan
yang sangat mesra..... 'sayang', 'darling', 'honey', 'my love',
'cantik'.... Apa rahasianya sih...?"
Ko Seng: "Serius nih ?! Tapi janji yaa... Ini cuma antara kita berdua saja, jangan kasih tahu siapa² yaa..."
Afong: "OK"
Ko Seng: "Gini lho Fong, sebenarnya ... AKU SUDAH LUPA SIAPA NAMA ISTRIKU...?
FOTOGRAFER BAYI
Sepasang suami istri yang sulit punya anak akhirnya memutuskan untuk menggunakan pendonor sperma.
Di hari H, suami berkata, "Sayang, dia datang sebentar lagi, jadi tunggu aja. Aku pergi dulu.."
"Baik Pa, aku tunggu di teras saja yah..", sahut istri harap2 cemas.
Tak lama berselang, datang seorang fotografer bayi yang kebetulan lewat mencoba untuk menawarkan jasa fotografi.
Fotografer: "Pagi, Mbak! Saya datang untuk.....
"Oh, langsung saja, Mas. Saya sudah menunggu Mas," potong istri.
Fotografer: "Benarkah? Wah, spesialis saya adalah bayi."
"Ya, itu yang kami butuhkan..."
Melihat si fotografer sedang mengambil sesuatu, istri bertanya dengan malu2, "Kita mulai dari mana ya?"
Fotografer: "Serahkan pada saya, Mbak. Saya ahlinya. Saya akan mulai 2x
di bathtub, 3x di sofa & 5x di kasur. Di ruang keluarga asyik juga,
bisa benar2 leluasa!"
"Bathtub, sofa? sampai berkali kali, Mas??? Pantas saya & suami selalu gagal"
Fotografer: "Ya, Mbak, tidak ada yang bisa menjamin kesempurnaan. Tapi,
kalau kita coba banyak posisi yang berbeda2 & menembak 6 sampai 7
sudut yang berbeda, saya yakin Mbak akan puas sekali"
"Hah! Banyak sekali..," teriak istri.
Fotografer: "Saya harus gunakan waktu semaksimal mungkin, Mbak.
Sebenarnya bisa saja hanya 5 menit, tapi takutnya Mbak akan kecewa.."
"Baiklah..." kata istri.
Fotografer mengeluarkan album foto2 bayi, hasil jepretannya. "Ini dilakukan di atas bus!"
"Apaaa!? Diatas bus???"
Fotografer: "Iya, Mbak. Bayi kembar itu termasuk sangat bagus, mengingat Ibunya yg sangat sulit"
"Sulit?" tanya istri mulai bingung & takut.
Fotografer: "Yup, akhirnya harus ke taman untuk memuaskanya. Banyak yang melihat & menonton..."
"Ada yang melihat & menonton?" tanya istri sangat kaget.
Fotografer: "Iya, Mbak. 3 jam lebih. Ibu itu berteriak2. Sangat sulit
bagi saya untuk konsentrasi. Sekarang kalau Mbak sudah siap, saya akan
pasang tripod"
"Tripod??? Untuk apa???"
Fotografer: "Iya, saya harus gunakan tripod untuk menopang 'Alat' saya,
terlalu berat kalo lama2. Mbak........!! Mbak.........Mbak....!!! Lho
kok malah pingsan sih???"
Selasa, 25 Agustus 2015
Rabu, 19 Agustus 2015
CERITA LUCU BAGIAN KE - 27 TAHUN 2015
AKIBAT JAHIL
Pak dadang adalah orang yang terpilih sebagai wali kota baru. Ia sangat senang karena mendapat kantor baru dan cukup besar. Ketika ia sedang duduk menikmati kursi barunya dengan santai, tiba-tiba ada dua orang datang dengan berseragam. Melihat mereka berdua, pak Dadang lantas berpikir, 'nih pasti wartawan yang mau mewawancarai aku', pikir pak Dadang. 'Supaya terlihat berwibawa, saya harus bersandiwara, ' Pikirnya. Lalu lansung saja pak Dadang mengambil Telepon dan menekan sembarang nomor sambil bicara " Hallo, Pak wakil, kumpulkan semua lurah dan pegawai bla bla bla ... ".
Setelah berapa lama, kedua orang itu terlihat bingung dan celingak celinguk melihat tingkah si Pak Wali Kota yang baru. Setelah beberapa saat, pak Dadang menutup teleponnya, dan berkata kepada kedua orang itu " Yak, saya siap diwawancarai, maaf yah tadi lagi ngehubungi pak wakil biar besok kita bisa langsung kerja.."
Salah satu dari orang itu langsung berkata "angg... anu pak, kami disini mau masang kabel Teleponnya, soalnya kemaren diputus sementara guna pembangunan gedung ..."
Pak dadang adalah orang yang terpilih sebagai wali kota baru. Ia sangat senang karena mendapat kantor baru dan cukup besar. Ketika ia sedang duduk menikmati kursi barunya dengan santai, tiba-tiba ada dua orang datang dengan berseragam. Melihat mereka berdua, pak Dadang lantas berpikir, 'nih pasti wartawan yang mau mewawancarai aku', pikir pak Dadang. 'Supaya terlihat berwibawa, saya harus bersandiwara, ' Pikirnya. Lalu lansung saja pak Dadang mengambil Telepon dan menekan sembarang nomor sambil bicara " Hallo, Pak wakil, kumpulkan semua lurah dan pegawai bla bla bla ... ".
Setelah berapa lama, kedua orang itu terlihat bingung dan celingak celinguk melihat tingkah si Pak Wali Kota yang baru. Setelah beberapa saat, pak Dadang menutup teleponnya, dan berkata kepada kedua orang itu " Yak, saya siap diwawancarai, maaf yah tadi lagi ngehubungi pak wakil biar besok kita bisa langsung kerja.."
Salah satu dari orang itu langsung berkata "angg... anu pak, kami disini mau masang kabel Teleponnya, soalnya kemaren diputus sementara guna pembangunan gedung ..."
Seorang nenek genit masuk ke BI (Bank Indonesia) dengan sekoper uang. Ia minta dipertemukan dengan Gubernur BI.
Nenek : "Saya akan buka rekening, dengan simpanan jumlah yang sangat besar!"..
Staff BI ragu, tp akhirnya membawa si nenek ke ruangan Gubernur BI..
GBI: "Brp banyak uang yang akan disimpan?"
Sambil meletakkan koper uang di meja,
Nenek: "Rp. 1 milyar!! Tunai !!"
Penasaranlah Pak GBI,
GBI: "Maaf, saya agak terkejut.. Dari mana ibu dapat uang tunai sebanyak ini?"
Nenek: "Saya menang tebak-tebakan.."
GBI: "Menebak macam apa, kok taruhannya besar sekali?"
Nenek: "Mau contoh? Saya yakin telur burungmu bentuknya kotak!"
GBI: "Apa?? Ini tebakan paling konyol yang pernah saya dengar.. Anda tak mungkin menang dengan tebakan seperti itu!"
Nenek: "Anda Berani bertaruh?"
GBI: "Siapa takut!! Saya bertaruh Rp. 50juta, karena saya tahu telur saya tidak kotak!"
Nenek: "Ok, ini menyangkut uang gede.. Bisa saya ajak Pengacara ke sini besok jam 10 pagi?"
GBI: "Silahkan saja!"
Malamnya GBI, ia berdiri telanjang di depan cermin dan memastikan telurnya tidak kotak.. Sampai akhirnya dia yakin telurnya benar-benar bulat, tidak kotak..
Maka ia yakin besok bakal menang dan mendapatkan Rp. 50juta..
Tepat jam 10.00 pagi, nenek itu datang dengan pengacara ternama dan terkenal.. Kemudian ia mengulang kesepakatan kemarin..
Nenek: "Rp. 50juta untuk tebakan telur burungmu yang kotak?"
Mengangguk setuju.
GBI: "Okay!!"
Nenek itu minta Gubernur buka celana supaya semua bisa melihat bentuk telurnya.. Nenek meraih telur Gubernur dan merabanya.
GBI: "Yah, tak apalah.. Uang Rp. 50juta tidak kecil.. Biar ibu yakin telur saya tidak kotak.."
Pada detik yang sama saat nenek itu meraba telur Gubernur, Pengacaranya terlihat lemas sambil membentur-benturkan kepalanya ke dinding..
GBI: "Ada apa dengan pengacara itu?"
Nenek ini menjawab kalem.
Nenek: "Ndak apa2.. Saya cuma bertaruh dengannya Rp.300 juta, bahwa jam 10.00 pagi ini saya bisa memegang telur Gubernur BI..!
Nenek : "Saya akan buka rekening, dengan simpanan jumlah yang sangat besar!"..
Staff BI ragu, tp akhirnya membawa si nenek ke ruangan Gubernur BI..
GBI: "Brp banyak uang yang akan disimpan?"
Sambil meletakkan koper uang di meja,
Nenek: "Rp. 1 milyar!! Tunai !!"
Penasaranlah Pak GBI,
GBI: "Maaf, saya agak terkejut.. Dari mana ibu dapat uang tunai sebanyak ini?"
Nenek: "Saya menang tebak-tebakan.."
GBI: "Menebak macam apa, kok taruhannya besar sekali?"
Nenek: "Mau contoh? Saya yakin telur burungmu bentuknya kotak!"
GBI: "Apa?? Ini tebakan paling konyol yang pernah saya dengar.. Anda tak mungkin menang dengan tebakan seperti itu!"
Nenek: "Anda Berani bertaruh?"
GBI: "Siapa takut!! Saya bertaruh Rp. 50juta, karena saya tahu telur saya tidak kotak!"
Nenek: "Ok, ini menyangkut uang gede.. Bisa saya ajak Pengacara ke sini besok jam 10 pagi?"
GBI: "Silahkan saja!"
Malamnya GBI, ia berdiri telanjang di depan cermin dan memastikan telurnya tidak kotak.. Sampai akhirnya dia yakin telurnya benar-benar bulat, tidak kotak..
Maka ia yakin besok bakal menang dan mendapatkan Rp. 50juta..
Tepat jam 10.00 pagi, nenek itu datang dengan pengacara ternama dan terkenal.. Kemudian ia mengulang kesepakatan kemarin..
Nenek: "Rp. 50juta untuk tebakan telur burungmu yang kotak?"
Mengangguk setuju.
GBI: "Okay!!"
Nenek itu minta Gubernur buka celana supaya semua bisa melihat bentuk telurnya.. Nenek meraih telur Gubernur dan merabanya.
GBI: "Yah, tak apalah.. Uang Rp. 50juta tidak kecil.. Biar ibu yakin telur saya tidak kotak.."
Pada detik yang sama saat nenek itu meraba telur Gubernur, Pengacaranya terlihat lemas sambil membentur-benturkan kepalanya ke dinding..
GBI: "Ada apa dengan pengacara itu?"
Nenek ini menjawab kalem.
Nenek: "Ndak apa2.. Saya cuma bertaruh dengannya Rp.300 juta, bahwa jam 10.00 pagi ini saya bisa memegang telur Gubernur BI..!
Seorang wisatawan Indonesia baru saja tiba di kota New York. Asyik dia berkeliling sambil menikmati keindahan kota.
Terkagum-kagum dia melihat keindahan dan tingginya Empire State building. Setelah berfoto-foto layaknya turis dia coba basa-basi ngobrol dengan bule disebelahnya "Wow tinggi banget ya nih gedung".
Si bule jawab: "Ya, yang unik dan tidak banyak diketahui orang. Saking tingginya Empire State. Diatas itu gaya gravitasi nol. Kita bisa melayang".
Turis Indonesia: "Gravitasi nol? Melayang ga jatuh? Ah, ga mungkin lah..."
Bule: "Bener, saya ga bohong. Diatas sana tuh semua benda bisa melayang. Ga percaya?... He.he.."
Wisatawan Indonesia: "Omong kosong. Bullshit.. Coba buktiin.."
Bule: "Ayo saya buktiin. Kita naik pake lift keatas gedung"
Naik deh si bule dan turis indonesia keatas. Sampai diatas mereka mendekati salah satu tembok sisi gedung. Terus si bule buka salah satu jendela sambil ngomong "Lihat ya..." dan dia pun langsung loncat.
Kaget melongo turis Indonesia
... dan ternyata tuh bule bener-bener bisa melayang ga jatoh!
Ga lama si bule balik masuk lewat jedela lagi. Terus dia ngomong: "Gimana? Sudah lihat sendiri kan?".
Si turis Indonesia jelas kaget baget "Kok bisa? Kamu pasti pake trick sulap. Ayo coba sekali lagi saya pengen lihat yang jelas"
"Oke, no problem..." si bule buka lagi tuh jendela dan dia langsung loncat.. Dan benar saja. Dia melayang-layang tidak jatuh. Ga lama dia pun menepi dan balik masuk ke dalam gedung.
Turis indonesia: "Wow kereeeen abizz bro!
Eh, sini gue mau dong. Lo foto in yah waktu gue melayang. Nanti
foto-fotonya gue mau pasang di wall fb, twitter. Biar bengong tuh
temen-temen gue.. Ha.ha.."
Si bule pun setuju. Dia pegang kamera si turis. Dan si turis pun buka jendela. Terus dia loncat...
Wuuuuuzzzz... Brak.. Langsung nyungsep kebawah dan jadi tape...
Dibawah gedung banyak terdengar jeritan histeris. Dan sebentar langsung ramai dengan kerumunan masa. Beberapa polisi berdatangan. Si bule ada juga dibawah dekat TKP. Ga lama inspektur polisi datang ke tempat kejadian.
Inspektur polisi sekilas melihat ada si bule di situ. Sambil mendelik dia samperin si bule sambil ngomong "Duh.. Superman.. Lo tuh ye... iseng nya emang ga hilang-hilang ampun deh..."
Terkagum-kagum dia melihat keindahan dan tingginya Empire State building. Setelah berfoto-foto layaknya turis dia coba basa-basi ngobrol dengan bule disebelahnya "Wow tinggi banget ya nih gedung".
Si bule jawab: "Ya, yang unik dan tidak banyak diketahui orang. Saking tingginya Empire State. Diatas itu gaya gravitasi nol. Kita bisa melayang".
Turis Indonesia: "Gravitasi nol? Melayang ga jatuh? Ah, ga mungkin lah..."
Bule: "Bener, saya ga bohong. Diatas sana tuh semua benda bisa melayang. Ga percaya?... He.he.."
Wisatawan Indonesia: "Omong kosong. Bullshit.. Coba buktiin.."
Bule: "Ayo saya buktiin. Kita naik pake lift keatas gedung"
Naik deh si bule dan turis indonesia keatas. Sampai diatas mereka mendekati salah satu tembok sisi gedung. Terus si bule buka salah satu jendela sambil ngomong "Lihat ya..." dan dia pun langsung loncat.
Kaget melongo turis Indonesia
Ga lama si bule balik masuk lewat jedela lagi. Terus dia ngomong: "Gimana? Sudah lihat sendiri kan?".
Si turis Indonesia jelas kaget baget "Kok bisa? Kamu pasti pake trick sulap. Ayo coba sekali lagi saya pengen lihat yang jelas"
"Oke, no problem..." si bule buka lagi tuh jendela dan dia langsung loncat.. Dan benar saja. Dia melayang-layang tidak jatuh. Ga lama dia pun menepi dan balik masuk ke dalam gedung.
Turis indonesia: "Wow kereeeen abizz bro!
Si bule pun setuju. Dia pegang kamera si turis. Dan si turis pun buka jendela. Terus dia loncat...
Wuuuuuzzzz... Brak.. Langsung nyungsep kebawah dan jadi tape...
Dibawah gedung banyak terdengar jeritan histeris. Dan sebentar langsung ramai dengan kerumunan masa. Beberapa polisi berdatangan. Si bule ada juga dibawah dekat TKP. Ga lama inspektur polisi datang ke tempat kejadian.
Inspektur polisi sekilas melihat ada si bule di situ. Sambil mendelik dia samperin si bule sambil ngomong "Duh.. Superman.. Lo tuh ye... iseng nya emang ga hilang-hilang ampun deh..."
Minggu, 16 Agustus 2015
CERITA LUCU BAGIAN KE - 26 TAHUN 2015
BELAJAR CARA MEMBUAT BAYI
Seorang anak kelas 1 SD pulang dari sekolah dan berkata kepada ibunya, "Mama, coba tebak! Kami tadi dibagi berkelompok, siswa laki-laki dan perempuan belajar bagaimana caranya membuat bayi hari ini!"
Sang ibu, lebih dari sekedar terkejut, berusaha tetap tenang.
"Itu menarik," katanya. "Bagaimana cara kalian membuat bayi?"
"Itu sederhana saja," jawab gadis itu. "Kami hanya perlu menyusun huruf B ditambah A lalu Y dan I."
Seorang anak kelas 1 SD
pulang dari sekolah dan berkata kepada ibunya, "Mama, coba tebak! Kami
tadi dibagi berkelompok, siswa laki-laki dan perempuan belajar bagaimana
caranya membuat bayi hari ini!"
Sang ibu, lebih dari sekedar terkejut, berusaha tetap tenang.
"Itu menarik," katanya. "Bagaimana cara kalian membuat bayi?"
"Itu sederhana saja," jawab gadis itu. "Kami hanya perlu menyusun huruf B ditambah A lalu Y dan I."
Source: http://www.ketawa.com/
Sang ibu, lebih dari sekedar terkejut, berusaha tetap tenang.
"Itu menarik," katanya. "Bagaimana cara kalian membuat bayi?"
"Itu sederhana saja," jawab gadis itu. "Kami hanya perlu menyusun huruf B ditambah A lalu Y dan I."
Source: http://www.ketawa.com/
Seorang anak kelas 1 SD pulang dari sekolah dan berkata kepada ibunya, "Mama, coba tebak! Kami tadi dibagi berkelompok, siswa laki-laki dan perempuan belajar bagaimana caranya membuat bayi hari ini!"
Sang ibu, lebih dari sekedar terkejut, berusaha tetap tenang.
"Itu menarik," katanya. "Bagaimana cara kalian membuat bayi?"
"Itu sederhana saja," jawab gadis itu. "Kami hanya perlu menyusun huruf B ditambah A lalu Y dan I."
Pada suatu malam saat hujan deras, dengan petir yang menggelegar, dan angin badai yang keras, seorang ibu mengantarkan anaknya ke tempat tidur anak itu.
Dia hendak mematikan lampu ketika anak bertanya dengan suaranya yang gemetar, "Mama, apakah mama akan tidur menemani aku malam ini?"
Sang ibu tersenyum dan memeluknya meyakinkan, "Mama tidak bisa sayang," katanya, "Mama harus tidur di kamar Papa."
Sebuah keheningan panjang yang akhirnya rusak karena anak itu berbicara lirih dan gemetar, "Mama itu sudah dewasa kok masih penakut..."
Seorang gadis kecil, ketika ditanya namanya, selalu menjawab, "Saya putri Pak Simanjuntak."
Ibunya bilang kalau bukan seperti itu, namun ia harus mengatakan, "Saya Maria Simanjuntak."
Pada suatu hari dalam sebuah pertemuan warga, ada seorang bapak yang berbicara dengannya dan berkata, "Bukankah kamu putri Pak Simanjuntak?"
Dia menjawab, "Yah, dulu saya pikir begitu, tapi ibu saya bilang bukan."
Dalam keadaan lapar, Ujang masuk ke sebuah rumah makan. Ia memesan ayam
goreng. Tak lama kemudian sebuah ayam goreng utuh tersaji. Baru saja
Ujang hendak memegangnya, seorang pelayan datang tergopoh-gopoh.
"Maaf mas, kami salah menyajikan. Ayam goreng ini pesanan bapak pelanggan yang disana", kata pelayan sambil menunjuk seorang pria berbadan kekar dan berwajah preman.
Akan tetapi karena sudah terlanjur lapar, Ujang ngotot bahwa ayam goreng itu adalah haknya.
Pria bertampang preman itu segera menghampiri meja Ujang dan menggertaknya.
"AWAS kalau kamu berani menyentuh ayam itu...!!! Apapun yang kamu lakukan kepada ayam goreng itu, akan aku lakukan kepadamu. Kamu potong kaki ayam itu, aku potong kakimu. Kamu putus lehernya, aku putus lehermu..!!!"
Mendengar ancaman seperti itu, Ujang hanya tersenyum sinis sambil berkata, "Silahkan! siapa takut?"
Lalu Ujang segera mengangkat ayam goreng itu dan menjilat pantatnya...
Hahahaha...
"Maaf mas, kami salah menyajikan. Ayam goreng ini pesanan bapak pelanggan yang disana", kata pelayan sambil menunjuk seorang pria berbadan kekar dan berwajah preman.
Akan tetapi karena sudah terlanjur lapar, Ujang ngotot bahwa ayam goreng itu adalah haknya.
Pria bertampang preman itu segera menghampiri meja Ujang dan menggertaknya.
"AWAS kalau kamu berani menyentuh ayam itu...!!! Apapun yang kamu lakukan kepada ayam goreng itu, akan aku lakukan kepadamu. Kamu potong kaki ayam itu, aku potong kakimu. Kamu putus lehernya, aku putus lehermu..!!!"
Mendengar ancaman seperti itu, Ujang hanya tersenyum sinis sambil berkata, "Silahkan! siapa takut?"
Lalu Ujang segera mengangkat ayam goreng itu dan menjilat pantatnya...
Hahahaha...
Rabu, 12 Agustus 2015
CERITA LUCU BAGIAN KE - 25 TAHUN 2015
ISTRI SELINGKUH
Adi pulang pagi dari kerjanya dan mendengar bunyi aneh dari kamarnya. Ia lari keatas dan menemukan istrinya telanjang di kasur, berkeringat dan terengah-engah. "Ada apa?" tanya Adi. "Aku terkena serangan jantung," teriak istrinya.
Ia lari kebawah untuk menelepon, persis ketika ia mulai memencet nomor, anaknya yang berumur 4 tahun datang dan berkata, "Papa! Papa! Paman Doni bersembunyi di lemari dan dia nggak pake baju."
Adi membanting telepon dan berlari keatas melewati isrinya yang berteriak-teriak, dan membuka pintu lemari. Dan disana memang benar, saudaranya bersembunyi, telanjang bulat dan ketakutan disudut lemari. "Tak berperasaan," teriak Adi. "Istriku kena serangan jantung dan kamu malah lari telanjang nakutin anak kecil!"
ANAK YANG PINTAR BERHITUNG
Di Kelas 1A sedang dimulai pelajaran menghitung. Bu Guru bertanya kepada murid-muridnya,
"Siapa yang bisa berhitung?"
Seorang anak bernama Noel mengangkat tangan.
"Benar kamu bisa berhitung?"
"Bisa Bu. Ayah yang mengajari."
"Baik, coba kita lihat. Setelah tiga, berapa?"
"Empat."
"Bagus. Setelah enam?"
"Tujuh."
"Setelah sembilan?"
"Sepuluh," jawab si noel.
"Bagus sekali. Rupanya ayahmu benar-benar tahu bagaimana mengajar berhitung. Lalu setelah sepuluh?" tanya Bu Guru lagi.
Dengan senyum penuh keyakinan, si Noel menjawab, "Jack, Queen, King, lalu AS."
TES DARAH DAN TES URINE
Dua anak laki laki remaja sedang duduk menunggu giliran di sebuah klinik medis. Salah satu dari mereka menangis. Airmatanya mengalir deras.
Yang lainnya bertanya, "Mengapa kamu menangis?"
"Saya datang kesini untuk tes darah!"
"Jadi kenapa menangis? Apa kamu takut?"
"Ya, mereka akan memotong jari saya ketika tes darah berlangsung."
Mendengar itu, yang kedua ikut-ikutan menangis dengan keras.
Anak remaja yang mengambil tes darah menjadi heran dan bertanya kepadanya, "Mengapa kamu juga menangis?"
Yang kedua menjawab, "Saya kesini untuk ambil TES URINE." :D
Adi pulang pagi dari kerjanya dan mendengar bunyi aneh dari kamarnya. Ia lari keatas dan menemukan istrinya telanjang di kasur, berkeringat dan terengah-engah. "Ada apa?" tanya Adi. "Aku terkena serangan jantung," teriak istrinya.
Ia lari kebawah untuk menelepon, persis ketika ia mulai memencet nomor, anaknya yang berumur 4 tahun datang dan berkata, "Papa! Papa! Paman Doni bersembunyi di lemari dan dia nggak pake baju."
Adi membanting telepon dan berlari keatas melewati isrinya yang berteriak-teriak, dan membuka pintu lemari. Dan disana memang benar, saudaranya bersembunyi, telanjang bulat dan ketakutan disudut lemari. "Tak berperasaan," teriak Adi. "Istriku kena serangan jantung dan kamu malah lari telanjang nakutin anak kecil!"
ANAK YANG PINTAR BERHITUNG
Di Kelas 1A sedang dimulai pelajaran menghitung. Bu Guru bertanya kepada murid-muridnya,
"Siapa yang bisa berhitung?"
Seorang anak bernama Noel mengangkat tangan.
"Benar kamu bisa berhitung?"
"Bisa Bu. Ayah yang mengajari."
"Baik, coba kita lihat. Setelah tiga, berapa?"
"Empat."
"Bagus. Setelah enam?"
"Tujuh."
"Setelah sembilan?"
"Sepuluh," jawab si noel.
"Bagus sekali. Rupanya ayahmu benar-benar tahu bagaimana mengajar berhitung. Lalu setelah sepuluh?" tanya Bu Guru lagi.
Dengan senyum penuh keyakinan, si Noel menjawab, "Jack, Queen, King, lalu AS."
TES DARAH DAN TES URINE
Dua anak laki laki remaja sedang duduk menunggu giliran di sebuah klinik medis. Salah satu dari mereka menangis. Airmatanya mengalir deras.
Yang lainnya bertanya, "Mengapa kamu menangis?"
"Saya datang kesini untuk tes darah!"
"Jadi kenapa menangis? Apa kamu takut?"
"Ya, mereka akan memotong jari saya ketika tes darah berlangsung."
Mendengar itu, yang kedua ikut-ikutan menangis dengan keras.
Anak remaja yang mengambil tes darah menjadi heran dan bertanya kepadanya, "Mengapa kamu juga menangis?"
Yang kedua menjawab, "Saya kesini untuk ambil TES URINE." :D
Senin, 10 Agustus 2015
CERITA LUCU BAGIAN KE - 24 TAHUN 2015
MELETUS TABUNG HIJAU DOR........
Pemerintah berencana mengganti seluruh tabung Elpiji 3 KG. Setelah melalui evaluasi yang mendalam, akhirnya ditemukan kesalahan mendasar pada desain tabung Elpiji 3 KG.
Karena itu, pemerintah melalui PT Pertamina akan mengganti seluruh tabung Elpiji 3 KG yang sudah beredar di masyarakat.
Apanya yang salah dengan desainnya tabung LPG 3 KG ?
Ternyata kesalahan terletak pada warna HIJAUnya.
Kemungkinan seluruh tabung akan dicat ulang menjadi MERAH, KUNING, atau KELABU, atau MERAH MUDA.
Seperti yang sudah diketahui sejak kita masih kanak-kanak, warna hijau itu mudah meletus.
"Meletus tabung hijau, dor! Hatiku sangat kacau. Tabungku tinggal empat. Kulempar ke pejabat !!"
GADIS DALAM BIS KOTA
Suatu hari seorang gadis cantik menaiki Bus yang penuh sesak. Karena penuh, dia berdiri didepan seorang Pemuda. Tiba-tiba Pemuda itu berdiri, Namun dengan lembut gadis cantik tersebut mendorong pemuda itu kembali ke tempat duduknya. Belum sempat pemuda itu berbicara, sudah dipotong oleh gadis tersebut.
"Sudah mas, tidak apa-apa. Tidak usah kasih tempat duduk. Saya lebih suka berdiri.."
Pemuda itupun tercengang dan juga agak jengkel mendengar jawaban gadis tersebut. Tapi pemuda itu mencoba berdiri kembali. Namun lagi-lagi ia didorong dengan lembut ke tempat duduknya. Dan kali ini gadis tersebut berkata dengan nada yang sedikit keras sehingga terdengar semua orang.
"Mas.. sudah saya bilang! Saya ini lebih suka berdiri! Dan terima kasih juga atas tawarannya!"
Lalu dengan eksperesi yang agak penuh dengan emosi, pemuda itu menjawab.
"Mbak! Siapa yang mau kasih tempat duduk?!! Saya ini mau turun! Liat noh! Tempat turun saya udah kelewat jauh..!!"
Gadis : $@@@###*
BERLARI LEBIH CEPAT
Dua orang ahli biologi sedang berada di lapangan untuk mencari jejak beruang liar. Tiba-tiba, beruang liar itu keluar dari sarangnya dan tepat berada di depan mereka.
Mereka memanjat pohon terdekat, tetapi beruang mulai memanjat pohon itu lebih cepat dari mereka. Ahli biologi pertama dimulai melepas sepatu bot kulit hikingnya dan menarik sepasang sepatu lari dari tas punggungnya. Ahli biologi kedua memberinya tatapan penuh kebingungan dan berkata, "Apa yang sedang kamu lakukan?"
Dia menjawab, "Aku akan menghitung ketika beruang itu mendekati kita, dan kita akan melompat turun dan lari."
Orang kedua mengatakan, "Apakah kau gila? Kita berdua tahu kamu tidak dapat berlari lebih cepat dari beruang liar dewasa?"
Pria pertama berkata, "Aku tidak perlu berlari lebih cepat dari beruang itu, aku hanya perlu berlari lebih cepat dari kamu!"
Pemerintah berencana mengganti seluruh tabung Elpiji 3 KG. Setelah melalui evaluasi yang mendalam, akhirnya ditemukan kesalahan mendasar pada desain tabung Elpiji 3 KG.
Karena itu, pemerintah melalui PT Pertamina akan mengganti seluruh tabung Elpiji 3 KG yang sudah beredar di masyarakat.
Apanya yang salah dengan desainnya tabung LPG 3 KG ?
Ternyata kesalahan terletak pada warna HIJAUnya.
Kemungkinan seluruh tabung akan dicat ulang menjadi MERAH, KUNING, atau KELABU, atau MERAH MUDA.
Seperti yang sudah diketahui sejak kita masih kanak-kanak, warna hijau itu mudah meletus.
"Meletus tabung hijau, dor! Hatiku sangat kacau. Tabungku tinggal empat. Kulempar ke pejabat !!"
GADIS DALAM BIS KOTA
Suatu hari seorang gadis cantik menaiki Bus yang penuh sesak. Karena penuh, dia berdiri didepan seorang Pemuda. Tiba-tiba Pemuda itu berdiri, Namun dengan lembut gadis cantik tersebut mendorong pemuda itu kembali ke tempat duduknya. Belum sempat pemuda itu berbicara, sudah dipotong oleh gadis tersebut.
"Sudah mas, tidak apa-apa. Tidak usah kasih tempat duduk. Saya lebih suka berdiri.."
Pemuda itupun tercengang dan juga agak jengkel mendengar jawaban gadis tersebut. Tapi pemuda itu mencoba berdiri kembali. Namun lagi-lagi ia didorong dengan lembut ke tempat duduknya. Dan kali ini gadis tersebut berkata dengan nada yang sedikit keras sehingga terdengar semua orang.
"Mas.. sudah saya bilang! Saya ini lebih suka berdiri! Dan terima kasih juga atas tawarannya!"
Lalu dengan eksperesi yang agak penuh dengan emosi, pemuda itu menjawab.
"Mbak! Siapa yang mau kasih tempat duduk?!! Saya ini mau turun! Liat noh! Tempat turun saya udah kelewat jauh..!!"
Gadis : $@@@###*
BERLARI LEBIH CEPAT
Dua orang ahli biologi sedang berada di lapangan untuk mencari jejak beruang liar. Tiba-tiba, beruang liar itu keluar dari sarangnya dan tepat berada di depan mereka.
Mereka memanjat pohon terdekat, tetapi beruang mulai memanjat pohon itu lebih cepat dari mereka. Ahli biologi pertama dimulai melepas sepatu bot kulit hikingnya dan menarik sepasang sepatu lari dari tas punggungnya. Ahli biologi kedua memberinya tatapan penuh kebingungan dan berkata, "Apa yang sedang kamu lakukan?"
Dia menjawab, "Aku akan menghitung ketika beruang itu mendekati kita, dan kita akan melompat turun dan lari."
Orang kedua mengatakan, "Apakah kau gila? Kita berdua tahu kamu tidak dapat berlari lebih cepat dari beruang liar dewasa?"
Pria pertama berkata, "Aku tidak perlu berlari lebih cepat dari beruang itu, aku hanya perlu berlari lebih cepat dari kamu!"
Jumat, 07 Agustus 2015
CERITA LUCU BAGIAN KE - 23 2015
INGIN MENJADI POLWAN
Seorang ibu bertanya kepada anaknya yang berusia 6 tahun, perihal cita-cita sang anak kelak setelah dewasa.
“Kamu nanti kalau sudah besar mau jadi apa nak?”
Dengan semangatnya sang anak menjawab, “Aku mau jadi polwan bu.”
Dengan tegas ibunya menjawab, “Tidak boleh!” Si anak merasa heran lalu mengganti jawabannya.
“Kalau tidak boleh jadi polwan, aku mau jadi peragawati saja bu.”
Kini si ibu semakin marah, “Apa-apaan kamu, masa mau jadi peragawati. Tidak boleh!”
Si anak mulai merasa takut, lalu menjawab dengan gemetar, “Kenapa semua tidak boleh bu, apa aku cuma boleh jadi ibu rumah tangga saja?”
Si ibu sekarang tidak marah lagi. Namun ia menangis dan memeluk anaknya dan berkata.
“Kamu ini laki-laki Herman!”?
TENTARA YANG SUKA MABUK
Kopral Dua Haryono adalah seorang pemabuk. Hari ini ia sekali lagi pulang ke barak pasukan dalam kondisi sedang mabuk parah.
Melihat keadaan ini, sang perwira dengan marah menghardiknya:
"Haryono, bila kamu tidak suka mabuk seperti ini, kamu sudah lama memperoleh kenaikan pangkat menjadi Kopral Satu!"
"Lapor, Kapten!" Dengan posisi berdiri tegak, Haryono menjawab, "Anehnya, setiap kali saya mabuk seperti ini, saya merasa bahwa diri saya adalah seorang jenderal!"
TELEPON KE RUMAH KARYAWAN
Seorang ibu bertanya kepada anaknya yang berusia 6 tahun, perihal cita-cita sang anak kelak setelah dewasa.
“Kamu nanti kalau sudah besar mau jadi apa nak?”
Dengan semangatnya sang anak menjawab, “Aku mau jadi polwan bu.”
Dengan tegas ibunya menjawab, “Tidak boleh!” Si anak merasa heran lalu mengganti jawabannya.
“Kalau tidak boleh jadi polwan, aku mau jadi peragawati saja bu.”
Kini si ibu semakin marah, “Apa-apaan kamu, masa mau jadi peragawati. Tidak boleh!”
Si anak mulai merasa takut, lalu menjawab dengan gemetar, “Kenapa semua tidak boleh bu, apa aku cuma boleh jadi ibu rumah tangga saja?”
Si ibu sekarang tidak marah lagi. Namun ia menangis dan memeluk anaknya dan berkata.
“Kamu ini laki-laki Herman!”?
TENTARA YANG SUKA MABUK
Kopral Dua Haryono adalah seorang pemabuk. Hari ini ia sekali lagi pulang ke barak pasukan dalam kondisi sedang mabuk parah.
Melihat keadaan ini, sang perwira dengan marah menghardiknya:
"Haryono, bila kamu tidak suka mabuk seperti ini, kamu sudah lama memperoleh kenaikan pangkat menjadi Kopral Satu!"
"Lapor, Kapten!" Dengan posisi berdiri tegak, Haryono menjawab, "Anehnya, setiap kali saya mabuk seperti ini, saya merasa bahwa diri saya adalah seorang jenderal!"
TELEPON KE RUMAH KARYAWAN
Bos sebuah perusahaan
besar perlu untuk menelepon salah satu karyawan mengenai masalah
mendesak dengan salah satu server komputer utama di kantor. Dia
menelepon ke nomor telepon rumah karyawan itu dan disambut dengan anak
berbisik, "Halo?"
Merasa tidak nyaman berbicara dengan anak kecil, bos bertanya, "Apakah ayah ada di rumah?"
"Ya," bisik suaranya lirih.
"Boleh saya bicara dengannya?" tanya bos itu.
Dengan mengejutkan, suara kecil itu berbisik, "Tidak."
Karena ingin berbicara dengan orang dewasa, bos bertanya, "Apakah ibumu ada?"
"Ya", datang jawabannya.
"Boleh saya bicara dengannya?"
Sekali lagi suara kecil itu berbisik, "Tidak".
Mengetahui bahwa itu tidak mungkin anak kecil ditinggalkan di rumah sendiri, bos memutuskan ia akan meninggalkan kepada orang yang bertugas menjaga anak-anak.
"Apakah ada orang di sana selain kamu?" bos bertanya kepada anak itu.
"Ya," bisik anak, "Seorang polisi."
Bertanya-tanya apa yang polisi akan lakukan di rumah karyawannya, bos bertanya, "Bisa bicara dengan polisi?"
"Tidak, dia sibuk," bisik anak.
"Sibuk melakukan apa?" tanya bos.
"Berbicara dengan ayah dan ibu dan pemadam kebakaran itu," jawab anak itu sambil berbisik.
Bos mulai khawatir karena ia mendengar apa yang terdengar seperti sebuah helikopter, bos bertanya, "Suara apa itu?"
"Helikopter SAR," jawab suara anak itu berbisik.
"Apa yang terjadi di sana?" tanya bos, sekarang khawatir.
Dalam sebuah suara berbisik kagum anak menjawab, "Tim pencari saja mendarat kan helikopter SAR."
Khawatir, prihatin dan frustrasi, bos bertanya, "Mengapa mereka ada di sana?"
Masih berbisik, suara itu menjawab dengan tawa tertahan, "Mereka sedang mencari saya.."
Source: http://www.ketawa.com/
Merasa tidak nyaman berbicara dengan anak kecil, bos bertanya, "Apakah ayah ada di rumah?"
"Ya," bisik suaranya lirih.
"Boleh saya bicara dengannya?" tanya bos itu.
Dengan mengejutkan, suara kecil itu berbisik, "Tidak."
Karena ingin berbicara dengan orang dewasa, bos bertanya, "Apakah ibumu ada?"
"Ya", datang jawabannya.
"Boleh saya bicara dengannya?"
Sekali lagi suara kecil itu berbisik, "Tidak".
Mengetahui bahwa itu tidak mungkin anak kecil ditinggalkan di rumah sendiri, bos memutuskan ia akan meninggalkan kepada orang yang bertugas menjaga anak-anak.
"Apakah ada orang di sana selain kamu?" bos bertanya kepada anak itu.
"Ya," bisik anak, "Seorang polisi."
Bertanya-tanya apa yang polisi akan lakukan di rumah karyawannya, bos bertanya, "Bisa bicara dengan polisi?"
"Tidak, dia sibuk," bisik anak.
"Sibuk melakukan apa?" tanya bos.
"Berbicara dengan ayah dan ibu dan pemadam kebakaran itu," jawab anak itu sambil berbisik.
Bos mulai khawatir karena ia mendengar apa yang terdengar seperti sebuah helikopter, bos bertanya, "Suara apa itu?"
"Helikopter SAR," jawab suara anak itu berbisik.
"Apa yang terjadi di sana?" tanya bos, sekarang khawatir.
Dalam sebuah suara berbisik kagum anak menjawab, "Tim pencari saja mendarat kan helikopter SAR."
Khawatir, prihatin dan frustrasi, bos bertanya, "Mengapa mereka ada di sana?"
Masih berbisik, suara itu menjawab dengan tawa tertahan, "Mereka sedang mencari saya.."
Source: http://www.ketawa.com/
Bos sebuah perusahaan besar perlu untuk menelepon salah satu karyawan mengenai masalah mendesak dengan salah satu server komputer utama di kantor. Dia menelepon ke nomor telepon rumah karyawan itu dan disambut dengan anak berbisik, "Halo?"
Merasa tidak nyaman berbicara dengan anak kecil, bos bertanya, "Apakah ayah ada di rumah?"
"Ya," bisik suaranya lirih.
"Boleh saya bicara dengannya?" tanya bos itu.
Dengan mengejutkan, suara kecil itu berbisik, "Tidak."
Karena ingin berbicara dengan orang dewasa, bos bertanya, "Apakah ibumu ada?"
"Ya", datang jawabannya.
"Boleh saya bicara dengannya?"
Sekali lagi suara kecil itu berbisik, "Tidak".
Mengetahui bahwa itu tidak mungkin anak kecil ditinggalkan di rumah sendiri, bos memutuskan ia akan meninggalkan kepada orang yang bertugas menjaga anak-anak.
"Apakah ada orang di sana selain kamu?" bos bertanya kepada anak itu.
"Ya," bisik anak, "Seorang polisi."
Bertanya-tanya apa yang polisi akan lakukan di rumah karyawannya, bos bertanya, "Bisa bicara dengan polisi?"
"Tidak, dia sibuk," bisik anak.
"Sibuk melakukan apa?" tanya bos.
"Berbicara dengan ayah dan ibu dan pemadam kebakaran itu," jawab anak itu sambil berbisik.
Bos mulai khawatir karena ia mendengar apa yang terdengar seperti sebuah helikopter, bos bertanya, "Suara apa itu?"
"Helikopter SAR," jawab suara anak itu berbisik.
"Apa yang terjadi di sana?" tanya bos, sekarang khawatir.
Dalam sebuah suara berbisik kagum anak menjawab, "Tim pencari saja mendarat kan helikopter SAR."
Khawatir, prihatin dan frustrasi, bos bertanya, "Mengapa mereka ada di sana?"
Masih berbisik, suara itu menjawab dengan tawa tertahan, "Mereka sedang mencari saya.."
Senin, 03 Agustus 2015
CERITA LUCU BAGIAN KE 22 2015
MIMPI DAPAT BERLIAN
Pada saat bangun pagi seorang wanita berkata pada suaminya, "Tadi malam Aku bermimpi engkau memberi aku sebuah kalung berlian di hari Valentine ini. Bagaimana pendapatmu mengenai mimpiku itu?".
"Engkau akan segera mengetahuinya malam ini juga, Sayang," jawab suaminya. Malam itu si suami memberikan kepada istrinya sebungkus kado.
Dengan hati berdebar-debar penuh kebahagiaan sang istri membuka kado itu perlahan-lahan dan isi kado itu adalah sebuah buku
PENYAMARAN BOSS
Seorang bos di sebuah perusahaan besar tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak ke pabriknya untuk melihat kinerja para karyawannya. Di pabrik keempat, ia menemukan seorang pria muda yang tengah bersandar di dekat pintu, nampaknya ia tengah bersantai.
Semua pekerja yang ada diruangan itu tengah sibuk bekerja, kecuali dirinya. Si bos segera menghampir pemuda tersebut dan bertanya, "Berapa gajimu seminggu?" Dengan sedikit terkejut, pemuda itu melihat ke arah si bos dan berkata, "Hmmmm sekitar 100.000 per minggu, kenapa memangnya?"
Si bos mengeluarkan dompetnya dan mengambil dua lembar uang 100 ribu-an. Ia mengulurkannya pada si pemuda, "Ini gajimu untuk dua minggu dan cepat pergi dari sana. Aku tak mau melihatmu lagi!"
Dengan keterkejutan luar biasa dan juga takut, si pemuda segera meninggalkan tempat tersebut tanpa banyak bicara. Lalu dengan muka berwibawa si bos melihat para stafnya yang sedari tadi memperhatikan adegan itu. "Adakah yang tahu, dari divisi manakah pemuda pemalas tersebut?" tanyanya.
Suasana menjadi hening sampai akhirnya seorang staf menjawab dengan sedikit ketakutan, "Ia tak bekerja disini. Ia adalah pengantar pizza yang mengantar pesanan personalia..."
PRAKTIKUM KEDOKTERAN
Suatu hari di praktikum kedokteran.
Dosen : "Hari ini kita belajar mengenai tubuh sesungguhnya, untuk itu kita akan mempelajari mayat!"
Lalu didatangkanlah sebuah mayat..
Dosen : "Pelajaran pertama, tidak boleh jijik!"
Lalu sang dosen memasukkan jarinya ke anus mayat tersebut, dan kemudian menjilat jarinya.
Dosen : "Nah, kalian lakukan seperti yang saya lakukan tadi!"
Walaupun banyak yang teriak-teriak dan muntah-muntah karena tidak tahan, toh akhirnya semua mahasiswa melakukan itu satu persatu.
Dosen : "Nah sekarang pelajaran kedua, ketelitian. Perhatikan, tadi yang saya masukkan adalah jari tengah, sedangkan yang saya jilat adalah jari kelingking!!!"
Pada saat bangun pagi seorang wanita berkata pada suaminya, "Tadi malam Aku bermimpi engkau memberi aku sebuah kalung berlian di hari Valentine ini. Bagaimana pendapatmu mengenai mimpiku itu?".
"Engkau akan segera mengetahuinya malam ini juga, Sayang," jawab suaminya. Malam itu si suami memberikan kepada istrinya sebungkus kado.
Dengan hati berdebar-debar penuh kebahagiaan sang istri membuka kado itu perlahan-lahan dan isi kado itu adalah sebuah buku
PENYAMARAN BOSS
Seorang bos di sebuah perusahaan besar tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak ke pabriknya untuk melihat kinerja para karyawannya. Di pabrik keempat, ia menemukan seorang pria muda yang tengah bersandar di dekat pintu, nampaknya ia tengah bersantai.
Semua pekerja yang ada diruangan itu tengah sibuk bekerja, kecuali dirinya. Si bos segera menghampir pemuda tersebut dan bertanya, "Berapa gajimu seminggu?" Dengan sedikit terkejut, pemuda itu melihat ke arah si bos dan berkata, "Hmmmm sekitar 100.000 per minggu, kenapa memangnya?"
Si bos mengeluarkan dompetnya dan mengambil dua lembar uang 100 ribu-an. Ia mengulurkannya pada si pemuda, "Ini gajimu untuk dua minggu dan cepat pergi dari sana. Aku tak mau melihatmu lagi!"
Dengan keterkejutan luar biasa dan juga takut, si pemuda segera meninggalkan tempat tersebut tanpa banyak bicara. Lalu dengan muka berwibawa si bos melihat para stafnya yang sedari tadi memperhatikan adegan itu. "Adakah yang tahu, dari divisi manakah pemuda pemalas tersebut?" tanyanya.
Suasana menjadi hening sampai akhirnya seorang staf menjawab dengan sedikit ketakutan, "Ia tak bekerja disini. Ia adalah pengantar pizza yang mengantar pesanan personalia..."
PRAKTIKUM KEDOKTERAN
Suatu hari di praktikum kedokteran.
Dosen : "Hari ini kita belajar mengenai tubuh sesungguhnya, untuk itu kita akan mempelajari mayat!"
Lalu didatangkanlah sebuah mayat..
Dosen : "Pelajaran pertama, tidak boleh jijik!"
Lalu sang dosen memasukkan jarinya ke anus mayat tersebut, dan kemudian menjilat jarinya.
Dosen : "Nah, kalian lakukan seperti yang saya lakukan tadi!"
Walaupun banyak yang teriak-teriak dan muntah-muntah karena tidak tahan, toh akhirnya semua mahasiswa melakukan itu satu persatu.
Dosen : "Nah sekarang pelajaran kedua, ketelitian. Perhatikan, tadi yang saya masukkan adalah jari tengah, sedangkan yang saya jilat adalah jari kelingking!!!"
Sabtu, 01 Agustus 2015
CERITA LUCU BAGIAN KE - 21 TAHUN 2015
PENDAPAT HAKIM TENTANG PERNYATAAN SAKSI
Seorang hakim berkata kepada orang-orang yang hadir di sidang bahwa penyataan saksi tidak selalu bisa dianggap salah karena ia mengubah pernyataannya dari yang sebelumnya telah diberikan kepada polisi.
"Misalnya," katanya, "ketika saya masuk kamar saya hari ini, saya yakin saya punya jam tangan emas di saku saya. Tapi kemudian saya ingat bahwa saya meninggalkan di dalam laci nomor 2 di samping di kamar tidur saya."
Ketika hakim kembali ke rumah, istrinya bertanya, "Apakah jam kamu itu begitu penting, sampai mengirim tiga orang untuk mengambilnya adalah tindakan yang sedikit ekstrim."
"Apa?" Kata hakim, "Aku tidak mengirim orang untuk mengambil jam saya, apalagi tiga orang. Apa yang kamu lakukan?"
"Saya memberikannya kepada orang yang datang pertama kali," kata istrinya. "Dia mengatakan dengan persis di mana letak jam itu."
Seorang hakim berkata kepada orang-orang yang hadir di sidang bahwa penyataan saksi tidak selalu bisa dianggap salah karena ia mengubah pernyataannya dari yang sebelumnya telah diberikan kepada polisi.
"Misalnya," katanya, "ketika saya masuk kamar saya hari ini, saya yakin saya punya jam tangan emas di saku saya. Tapi kemudian saya ingat bahwa saya meninggalkan di dalam laci nomor 2 di samping di kamar tidur saya."
Ketika hakim kembali ke rumah, istrinya bertanya, "Apakah jam kamu itu begitu penting, sampai mengirim tiga orang untuk mengambilnya adalah tindakan yang sedikit ekstrim."
"Apa?" Kata hakim, "Aku tidak mengirim orang untuk mengambil jam saya, apalagi tiga orang. Apa yang kamu lakukan?"
"Saya memberikannya kepada orang yang datang pertama kali," kata istrinya. "Dia mengatakan dengan persis di mana letak jam itu."
Hakim memperingatkan saksi, "Apakah Anda mengerti bahwa anda telah bersumpah untuk mengatakan yang sebenarnya?"
"Ya, saya melakukannya."
"Apakah Anda mengerti apa yang akan terjadi jika anda tidak jujur?"
"Tentu saja," kata saksi, "Pihak saya akan menang."
Source: http://www.ketawa.com
"Ya, saya melakukannya."
"Apakah Anda mengerti apa yang akan terjadi jika anda tidak jujur?"
"Tentu saja," kata saksi, "Pihak saya akan menang."
Source: http://www.ketawa.com
Seorang terdakwa yang mabuk muncul lagi di depan hakim yang mulai bosan melihat orang itu, yang mengatakan, "Anda telah terus-menerus muncul di sini di depan saya selama dua puluh tahun terakhir."
Pria mabuk itu menjawab: "Jadi, apa yang saya lakukan selama ini tidak bisa digunakan untuk kenaikan jabatan anda?"
Suatu siang tengah bolong seorang pemuda nyamperin tukang ojek..
Pemuda : bang nanya, abang ojek disini kan?
Ojek : iya.. mau kemana mas? sini saya anter nih helm nya *ngasih helm*
Pemuda : kalau ke pasar depan komplek berapa ya bang?
Ojek : udah dua belas ribu aja, ga di mahalin kok!
Pemuda : umpama nih ke perempatan depan sana berapa ya?
Ojek : udah tujuh ribu deh panglaris dari pagi sepi belom narik nih mas
Pemuda : kalau ke gang depan situ loh brapa bang.?
Ojek : ah deket itu mah empat, ribu aja sini saya anter
Pemuda : bang kalau sampai ke mall berapa ya?
Ojek : Duh jauh itu mah dua puluh ribu deh. Mas sebenernya mau kemana sih? *mulai curiga*
pemuda : gak bang. ane cuma nanya doang sih, soalnya ane mau ikutan ngojeg disini juga bang
Ojek : !@#$%^&*~!@## *tancap gas nyelonong masuk got*
Pemuda : bang nanya, abang ojek disini kan?
Ojek : iya.. mau kemana mas? sini saya anter nih helm nya *ngasih helm*
Pemuda : kalau ke pasar depan komplek berapa ya bang?
Ojek : udah dua belas ribu aja, ga di mahalin kok!
Pemuda : umpama nih ke perempatan depan sana berapa ya?
Ojek : udah tujuh ribu deh panglaris dari pagi sepi belom narik nih mas
Pemuda : kalau ke gang depan situ loh brapa bang.?
Ojek : ah deket itu mah empat, ribu aja sini saya anter
Pemuda : bang kalau sampai ke mall berapa ya?
Ojek : Duh jauh itu mah dua puluh ribu deh. Mas sebenernya mau kemana sih? *mulai curiga*
pemuda : gak bang. ane cuma nanya doang sih, soalnya ane mau ikutan ngojeg disini juga bang
Ojek : !@#$%^&*~!@## *tancap gas nyelonong masuk got*
Suatu hari Asep coba ngelamar ke perusahaan asing di Jakarta dengan modal bahasa inggris pas-pasan.
Pas giliran dia yang dipanggil sama mba-mba HRD., Asep langsung masuk ruangan dan di sodorin formulir untuk diisi.
"Euleuh.euleuh..bah as Inggris, euy!" kata Asep dengan sigap langsung mengisi formulir:
NAME : ASEP NU KASEP TEA
ADDRESS: Jl. Atimaung No. 70
PHONE : 8764784
AGE : 28
S3X : ..????
Sejenak si Asep berpikir sambil mengernyitkan dahi "Waaaahhh . kata pak haji yang ini mah tidak boleh ini. pamali! Kumaha ini yaah jawabnyah ?"
Setelah beberapa saat akhirnya Asep mengisi dengan sejujur-jujurnya.
S3X: NEVERRR!!!
Pas giliran dia yang dipanggil sama mba-mba HRD., Asep langsung masuk ruangan dan di sodorin formulir untuk diisi.
"Euleuh.euleuh..bah as Inggris, euy!" kata Asep dengan sigap langsung mengisi formulir:
NAME : ASEP NU KASEP TEA
ADDRESS: Jl. Atimaung No. 70
PHONE : 8764784
AGE : 28
S3X : ..????
Sejenak si Asep berpikir sambil mengernyitkan dahi "Waaaahhh . kata pak haji yang ini mah tidak boleh ini. pamali! Kumaha ini yaah jawabnyah ?"
Setelah beberapa saat akhirnya Asep mengisi dengan sejujur-jujurnya.
S3X: NEVERRR!!!
Hakim memperingatkan saksi, "Apakah Anda mengerti bahwa anda telah bersumpah untuk mengatakan yang sebenarnya?"
"Ya, saya melakukannya."
"Apakah Anda mengerti apa yang akan terjadi jika anda tidak jujur?"
"Tentu saja," kata saksi, "Pihak saya akan menang."
Source: http://www.ketawa.com/
"Ya, saya melakukannya."
"Apakah Anda mengerti apa yang akan terjadi jika anda tidak jujur?"
"Tentu saja," kata saksi, "Pihak saya akan menang."
Source: http://www.ketawa.com/
Langganan:
Komentar (Atom)



