Minggu, 16 Agustus 2015

CERITA LUCU BAGIAN KE - 26 TAHUN 2015

BELAJAR CARA MEMBUAT BAYI


Seorang anak kelas 1 SD pulang dari sekolah dan berkata kepada ibunya, "Mama, coba tebak! Kami tadi dibagi berkelompok, siswa laki-laki dan perempuan belajar bagaimana caranya membuat bayi hari ini!"

Sang ibu, lebih dari sekedar terkejut, berusaha tetap tenang.

"Itu menarik," katanya. "Bagaimana cara kalian membuat bayi?"

"Itu sederhana saja," jawab gadis itu. "Kami hanya perlu menyusun huruf B ditambah A lalu Y dan I."

Source: http://www.ketawa.com/


Seorang anak kelas 1 SD pulang dari sekolah dan berkata kepada ibunya, "Mama, coba tebak! Kami tadi dibagi berkelompok, siswa laki-laki dan perempuan belajar bagaimana caranya membuat bayi hari ini!"

Sang ibu, lebih dari sekedar terkejut, berusaha tetap tenang.

"Itu menarik," katanya. "Bagaimana cara kalian membuat bayi?"

"Itu sederhana saja," jawab gadis itu. "Kami hanya perlu menyusun huruf B ditambah A lalu Y dan I."




Pada suatu malam saat hujan deras, dengan petir yang menggelegar, dan angin badai yang keras, seorang ibu mengantarkan anaknya ke tempat tidur anak itu.

Dia hendak mematikan lampu ketika anak bertanya dengan suaranya yang gemetar, "Mama, apakah mama akan tidur menemani aku malam ini?"

Sang ibu tersenyum dan memeluknya meyakinkan, "Mama tidak bisa sayang," katanya, "Mama harus tidur di kamar Papa."

Sebuah keheningan panjang yang akhirnya rusak karena anak itu berbicara lirih dan gemetar, "Mama itu sudah dewasa kok masih penakut..."




Seorang gadis kecil, ketika ditanya namanya, selalu menjawab, "Saya putri Pak Simanjuntak."

Ibunya bilang kalau bukan seperti itu, namun ia harus mengatakan, "Saya Maria Simanjuntak."

Pada suatu hari dalam sebuah pertemuan warga, ada seorang bapak yang berbicara dengannya dan berkata, "Bukankah kamu putri Pak Simanjuntak?"

Dia menjawab, "Yah, dulu saya pikir begitu, tapi ibu saya bilang bukan."





Dalam keadaan lapar, Ujang masuk ke sebuah rumah makan. Ia memesan ayam goreng. Tak lama kemudian sebuah ayam goreng utuh tersaji. Baru saja Ujang hendak memegangnya, seorang pelayan datang tergopoh-gopoh.

"Maaf mas, kami salah menyajikan. Ayam goreng ini pesanan bapak pelanggan yang disana", kata pelayan sambil menunjuk seorang pria berbadan kekar dan berwajah preman.

Akan tetapi karena sudah terlanjur lapar, Ujang ngotot bahwa ayam goreng itu adalah haknya.

Pria bertampang preman itu segera menghampiri meja Ujang dan menggertaknya.

"AWAS kalau kamu berani menyentuh ayam itu...!!! Apapun yang kamu lakukan kepada ayam goreng itu, akan aku lakukan kepadamu. Kamu potong kaki ayam itu, aku potong kakimu. Kamu putus lehernya, aku putus lehermu..!!!"

Mendengar ancaman seperti itu, Ujang hanya tersenyum sinis sambil berkata, "Silahkan! siapa takut?"

Lalu Ujang segera mengangkat ayam goreng itu dan menjilat pantatnya...

Hahahaha...








0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar