AKIBAT JAHIL
Pak dadang adalah orang yang terpilih sebagai wali
kota baru. Ia sangat senang karena mendapat kantor baru dan cukup besar.
Ketika ia sedang duduk menikmati kursi barunya dengan santai, tiba-tiba
ada dua orang datang dengan berseragam. Melihat mereka berdua, pak
Dadang lantas berpikir, 'nih pasti wartawan yang mau mewawancarai aku',
pikir pak Dadang. 'Supaya terlihat berwibawa, saya harus bersandiwara, '
Pikirnya. Lalu lansung saja pak Dadang mengambil Telepon dan menekan
sembarang nomor sambil bicara " Hallo, Pak wakil, kumpulkan semua lurah
dan pegawai bla bla bla ... ".
Setelah berapa lama, kedua orang
itu terlihat bingung dan celingak celinguk melihat tingkah si Pak Wali
Kota yang baru. Setelah beberapa saat, pak Dadang menutup teleponnya,
dan berkata kepada kedua orang itu " Yak, saya siap diwawancarai, maaf
yah tadi lagi ngehubungi pak wakil biar besok kita bisa langsung
kerja.."
Salah satu dari orang itu langsung berkata "angg... anu
pak, kami disini mau masang kabel Teleponnya, soalnya kemaren diputus
sementara guna pembangunan gedung ..."
Seorang nenek genit masuk ke BI (Bank Indonesia) dengan sekoper uang. Ia minta dipertemukan dengan Gubernur BI.
Nenek : "Saya akan buka rekening, dengan simpanan jumlah yang sangat besar!"..
Staff BI ragu, tp akhirnya membawa si nenek ke ruangan Gubernur BI..
GBI: "Brp banyak uang yang akan disimpan?"
Sambil meletakkan koper uang di meja,
Nenek: "Rp. 1 milyar!! Tunai !!"
Penasaranlah Pak GBI,
GBI: "Maaf, saya agak terkejut.. Dari mana ibu dapat uang tunai sebanyak ini?"
Nenek: "Saya menang tebak-tebakan.."
GBI: "Menebak macam apa, kok taruhannya besar sekali?"
Nenek: "Mau contoh? Saya yakin telur burungmu bentuknya kotak!"
GBI: "Apa?? Ini tebakan paling konyol yang pernah saya dengar.. Anda tak mungkin menang dengan tebakan seperti itu!"
Nenek: "Anda Berani bertaruh?"
GBI: "Siapa takut!! Saya bertaruh Rp. 50juta, karena saya tahu telur saya tidak kotak!"
Nenek: "Ok, ini menyangkut uang gede.. Bisa saya ajak Pengacara ke sini besok jam 10 pagi?"
GBI: "Silahkan saja!"
Malamnya
GBI, ia berdiri telanjang di depan cermin dan memastikan telurnya tidak
kotak.. Sampai akhirnya dia yakin telurnya benar-benar bulat, tidak
kotak..
Maka ia yakin besok bakal menang dan mendapatkan Rp. 50juta..
Tepat jam 10.00 pagi, nenek itu datang dengan pengacara ternama dan terkenal.. Kemudian ia mengulang kesepakatan kemarin..
Nenek: "Rp. 50juta untuk tebakan telur burungmu yang kotak?"
Mengangguk setuju.
GBI: "Okay!!"
Nenek itu minta Gubernur buka celana supaya semua bisa melihat bentuk telurnya.. Nenek meraih telur Gubernur dan merabanya.
GBI: "Yah, tak apalah.. Uang Rp. 50juta tidak kecil.. Biar ibu yakin telur saya tidak kotak.."
Pada
detik yang sama saat nenek itu meraba telur Gubernur, Pengacaranya
terlihat lemas sambil membentur-benturkan kepalanya ke dinding..
GBI: "Ada apa dengan pengacara itu?"
Nenek ini menjawab kalem.
Nenek: "Ndak apa2.. Saya cuma bertaruh dengannya Rp.300 juta, bahwa jam 10.00 pagi ini saya bisa memegang telur Gubernur BI..!
0 komentar:
Posting Komentar