Seorang hakim berkata kepada orang-orang yang hadir di sidang bahwa penyataan saksi tidak selalu bisa dianggap salah karena ia mengubah pernyataannya dari yang sebelumnya telah diberikan kepada polisi.
"Misalnya," katanya, "ketika saya masuk kamar saya hari ini, saya yakin saya punya jam tangan emas di saku saya. Tapi kemudian saya ingat bahwa saya meninggalkan di dalam laci nomor 2 di samping di kamar tidur saya."
Ketika hakim kembali ke rumah, istrinya bertanya, "Apakah jam kamu itu begitu penting, sampai mengirim tiga orang untuk mengambilnya adalah tindakan yang sedikit ekstrim."
"Apa?" Kata hakim, "Aku tidak mengirim orang untuk mengambil jam saya, apalagi tiga orang. Apa yang kamu lakukan?"
"Saya memberikannya kepada orang yang datang pertama kali," kata istrinya. "Dia mengatakan dengan persis di mana letak jam itu."
Hakim memperingatkan saksi, "Apakah Anda mengerti bahwa anda telah bersumpah untuk mengatakan yang sebenarnya?"
"Ya, saya melakukannya."
"Apakah Anda mengerti apa yang akan terjadi jika anda tidak jujur?"
"Tentu saja," kata saksi, "Pihak saya akan menang."
Source: http://www.ketawa.com
"Ya, saya melakukannya."
"Apakah Anda mengerti apa yang akan terjadi jika anda tidak jujur?"
"Tentu saja," kata saksi, "Pihak saya akan menang."
Source: http://www.ketawa.com
Seorang terdakwa yang mabuk muncul lagi di depan hakim yang mulai bosan melihat orang itu, yang mengatakan, "Anda telah terus-menerus muncul di sini di depan saya selama dua puluh tahun terakhir."
Pria mabuk itu menjawab: "Jadi, apa yang saya lakukan selama ini tidak bisa digunakan untuk kenaikan jabatan anda?"
Suatu siang tengah bolong seorang pemuda nyamperin tukang ojek..
Pemuda : bang nanya, abang ojek disini kan?
Ojek : iya.. mau kemana mas? sini saya anter nih helm nya *ngasih helm*
Pemuda : kalau ke pasar depan komplek berapa ya bang?
Ojek : udah dua belas ribu aja, ga di mahalin kok!
Pemuda : umpama nih ke perempatan depan sana berapa ya?
Ojek : udah tujuh ribu deh panglaris dari pagi sepi belom narik nih mas
Pemuda : kalau ke gang depan situ loh brapa bang.?
Ojek : ah deket itu mah empat, ribu aja sini saya anter
Pemuda : bang kalau sampai ke mall berapa ya?
Ojek : Duh jauh itu mah dua puluh ribu deh. Mas sebenernya mau kemana sih? *mulai curiga*
pemuda : gak bang. ane cuma nanya doang sih, soalnya ane mau ikutan ngojeg disini juga bang
Ojek : !@#$%^&*~!@## *tancap gas nyelonong masuk got*
Pemuda : bang nanya, abang ojek disini kan?
Ojek : iya.. mau kemana mas? sini saya anter nih helm nya *ngasih helm*
Pemuda : kalau ke pasar depan komplek berapa ya bang?
Ojek : udah dua belas ribu aja, ga di mahalin kok!
Pemuda : umpama nih ke perempatan depan sana berapa ya?
Ojek : udah tujuh ribu deh panglaris dari pagi sepi belom narik nih mas
Pemuda : kalau ke gang depan situ loh brapa bang.?
Ojek : ah deket itu mah empat, ribu aja sini saya anter
Pemuda : bang kalau sampai ke mall berapa ya?
Ojek : Duh jauh itu mah dua puluh ribu deh. Mas sebenernya mau kemana sih? *mulai curiga*
pemuda : gak bang. ane cuma nanya doang sih, soalnya ane mau ikutan ngojeg disini juga bang
Ojek : !@#$%^&*~!@## *tancap gas nyelonong masuk got*
Hakim memperingatkan saksi, "Apakah Anda mengerti bahwa anda telah bersumpah untuk mengatakan yang sebenarnya?"
"Ya, saya melakukannya."
"Apakah Anda mengerti apa yang akan terjadi jika anda tidak jujur?"
"Tentu saja," kata saksi, "Pihak saya akan menang."
Source: http://www.ketawa.com/
"Ya, saya melakukannya."
"Apakah Anda mengerti apa yang akan terjadi jika anda tidak jujur?"
"Tentu saja," kata saksi, "Pihak saya akan menang."
Source: http://www.ketawa.com/

0 komentar:
Posting Komentar