PEMBALUT UNTUK NENEK
Seorang nenek berumur 80 tahun tiba-tiba memanggil cucunya yang baru
duduk di kelas 5 SD. Si nenek menyuruh cucunya tersebut untuk
membelikannya sebuah pembalut.
Nenek : Cuu.., beliin nenek pembalut, Cuu !!
Cucu : Hahh, buat apa Nek?
Nenek : Udah ga usah cerewet !! Berangkat Sana!!
Cucu : Baiklah Nek.
Setelah diambilkan pembalut. Benda tersebut dibuka lalu ditempelkan di jidat si nenek.
Cucu : Loh Nek, kKok pembalut ditaruh di jidat??!
Nenek : Iyaa, cu. Buat ngilangin kerutan.
Cucu : Hahh, emang bisa?
Nenek : Anti Kerut, Anti Bocor, Carm Body Fit.
Cucu : **Tepuk Jidat?
RAHASIA AGAR BISA SAYANG SAMPAI KAKEK-NENEK
Cerita ini merupakan sebuah rahasia bagaimana sepasang suami-istri bisa
tetap sayang dan mesra sampai hari tua. Bahkan sampai kakek-nenek.
Ko Seng: "Sayang... Ini teman papa. Namanya Afong !!"
Istri Ko Seng: "Silahkan duduk Ko Afong. Aku buatin minuman dulu ya, Pa..."
Ko Seng: "Sekalian sama kue²nya, Darling ....."
Istri Ko Seng: "Iya Say..."
5 menit kemudian, istri Ko Seng menyuguhkan minuman dan kue...
Ko Seng: "Makasih, Honey" (sambil cium mesra pipi istrinya).
Istri Ko Seng: "Aku ke belakang lagi yaa, Pa..."
Ko Seng: "Silahkan, Cantik. Thanks ya, My Love..."
Afong sangat kagum dengan kemesraan Ko Seng dan istrinya.
Afong: "Kalian sudah menikah berapa lama..?"
Ko Seng: "30 tahun... Emangnya kenapa ?"
Afong: "Saya kagum..., kalian menikah sudah begitu lama, tapi koq masih mesra sekali seperti pengantin baru aja..."
Ko Seng: "maksud kamu ?"
Afong: "Saya perhatikan dari tadi kamu manggil istrimu dengan sebutan
yang sangat mesra..... 'sayang', 'darling', 'honey', 'my love',
'cantik'.... Apa rahasianya sih...?"
Ko Seng: "Serius nih ?! Tapi janji yaa... Ini cuma antara kita berdua saja, jangan kasih tahu siapa² yaa..."
Afong: "OK"
Ko Seng: "Gini lho Fong, sebenarnya ... AKU SUDAH LUPA SIAPA NAMA ISTRIKU...?
FOTOGRAFER BAYI
Sepasang suami istri yang sulit punya anak akhirnya memutuskan untuk menggunakan pendonor sperma.
Di hari H, suami berkata, "Sayang, dia datang sebentar lagi, jadi tunggu aja. Aku pergi dulu.."
"Baik Pa, aku tunggu di teras saja yah..", sahut istri harap2 cemas.
Tak lama berselang, datang seorang fotografer bayi yang kebetulan lewat mencoba untuk menawarkan jasa fotografi.
Fotografer: "Pagi, Mbak! Saya datang untuk.....
"Oh, langsung saja, Mas. Saya sudah menunggu Mas," potong istri.
Fotografer: "Benarkah? Wah, spesialis saya adalah bayi."
"Ya, itu yang kami butuhkan..."
Melihat si fotografer sedang mengambil sesuatu, istri bertanya dengan malu2, "Kita mulai dari mana ya?"
Fotografer: "Serahkan pada saya, Mbak. Saya ahlinya. Saya akan mulai 2x
di bathtub, 3x di sofa & 5x di kasur. Di ruang keluarga asyik juga,
bisa benar2 leluasa!"
"Bathtub, sofa? sampai berkali kali, Mas??? Pantas saya & suami selalu gagal"
Fotografer: "Ya, Mbak, tidak ada yang bisa menjamin kesempurnaan. Tapi,
kalau kita coba banyak posisi yang berbeda2 & menembak 6 sampai 7
sudut yang berbeda, saya yakin Mbak akan puas sekali"
"Hah! Banyak sekali..," teriak istri.
Fotografer: "Saya harus gunakan waktu semaksimal mungkin, Mbak.
Sebenarnya bisa saja hanya 5 menit, tapi takutnya Mbak akan kecewa.."
"Baiklah..." kata istri.
Fotografer mengeluarkan album foto2 bayi, hasil jepretannya. "Ini dilakukan di atas bus!"
"Apaaa!? Diatas bus???"
Fotografer: "Iya, Mbak. Bayi kembar itu termasuk sangat bagus, mengingat Ibunya yg sangat sulit"
"Sulit?" tanya istri mulai bingung & takut.
Fotografer: "Yup, akhirnya harus ke taman untuk memuaskanya. Banyak yang melihat & menonton..."
"Ada yang melihat & menonton?" tanya istri sangat kaget.
Fotografer: "Iya, Mbak. 3 jam lebih. Ibu itu berteriak2. Sangat sulit
bagi saya untuk konsentrasi. Sekarang kalau Mbak sudah siap, saya akan
pasang tripod"
"Tripod??? Untuk apa???"
Fotografer: "Iya, saya harus gunakan tripod untuk menopang 'Alat' saya,
terlalu berat kalo lama2. Mbak........!! Mbak.........Mbak....!!! Lho
kok malah pingsan sih???"
Selasa, 25 Agustus 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar