Jumat, 07 Agustus 2015

CERITA LUCU BAGIAN KE - 23 2015

INGIN MENJADI POLWAN


Seorang ibu bertanya kepada anaknya yang berusia 6 tahun, perihal cita-cita sang anak kelak setelah dewasa.

“Kamu nanti kalau sudah besar mau jadi apa nak?”

Dengan semangatnya sang anak menjawab, “Aku mau jadi polwan bu.”

Dengan tegas ibunya menjawab, “Tidak boleh!” Si anak merasa heran lalu mengganti jawabannya.

“Kalau tidak boleh jadi polwan, aku mau jadi peragawati saja bu.”

Kini si ibu semakin marah, “Apa-apaan kamu, masa mau jadi peragawati. Tidak boleh!”

Si anak mulai merasa takut, lalu menjawab dengan gemetar, “Kenapa semua tidak boleh bu, apa aku cuma boleh jadi ibu rumah tangga saja?”

Si ibu sekarang tidak marah lagi. Namun ia menangis dan memeluk anaknya dan berkata.

“Kamu ini laki-laki Herman!”?



TENTARA YANG SUKA MABUK


Kopral Dua Haryono adalah seorang pemabuk. Hari ini ia sekali lagi pulang ke barak pasukan dalam kondisi sedang mabuk parah.

Melihat keadaan ini, sang perwira dengan marah menghardiknya:

"Haryono, bila kamu tidak suka mabuk seperti ini, kamu sudah lama memperoleh kenaikan pangkat menjadi Kopral Satu!"

"Lapor, Kapten!" Dengan posisi berdiri tegak, Haryono menjawab, "Anehnya, setiap kali saya mabuk seperti ini, saya merasa bahwa diri saya adalah seorang jenderal!"



TELEPON KE RUMAH KARYAWAN


Bos sebuah perusahaan besar perlu untuk menelepon salah satu karyawan mengenai masalah mendesak dengan salah satu server komputer utama di kantor. Dia menelepon ke nomor telepon rumah karyawan itu dan disambut dengan anak berbisik, "Halo?"

Merasa tidak nyaman berbicara dengan anak kecil, bos bertanya, "Apakah ayah ada di rumah?"
"Ya," bisik suaranya lirih.
"Boleh saya bicara dengannya?" tanya bos itu.
Dengan mengejutkan, suara kecil itu berbisik, "Tidak."

Karena ingin berbicara dengan orang dewasa, bos bertanya, "Apakah ibumu ada?"
"Ya", datang jawabannya.
"Boleh saya bicara dengannya?"
Sekali lagi suara kecil itu berbisik, "Tidak".

Mengetahui bahwa itu tidak mungkin anak kecil ditinggalkan di rumah sendiri, bos memutuskan ia akan meninggalkan kepada orang yang bertugas menjaga anak-anak.
"Apakah ada orang di sana selain kamu?" bos bertanya kepada anak itu.
"Ya," bisik anak, "Seorang polisi."

Bertanya-tanya apa yang polisi akan lakukan di rumah karyawannya, bos bertanya, "Bisa bicara dengan polisi?"
"Tidak, dia sibuk," bisik anak.
"Sibuk melakukan apa?" tanya bos.
"Berbicara dengan ayah dan ibu dan pemadam kebakaran itu," jawab anak itu sambil berbisik.

Bos mulai khawatir karena ia mendengar apa yang terdengar seperti sebuah helikopter, bos bertanya, "Suara apa itu?"
"Helikopter SAR," jawab suara anak itu berbisik.

"Apa yang terjadi di sana?" tanya bos, sekarang khawatir.
Dalam sebuah suara berbisik kagum anak menjawab, "Tim pencari saja mendarat kan helikopter SAR."

Khawatir, prihatin dan frustrasi, bos bertanya, "Mengapa mereka ada di sana?"

Masih berbisik, suara itu menjawab dengan tawa tertahan, "Mereka sedang mencari saya.."

Source: http://www.ketawa.com/

Bos sebuah perusahaan besar perlu untuk menelepon salah satu karyawan mengenai masalah mendesak dengan salah satu server komputer utama di kantor. Dia menelepon ke nomor telepon rumah karyawan itu dan disambut dengan anak berbisik, "Halo?"

Merasa tidak nyaman berbicara dengan anak kecil, bos bertanya, "Apakah ayah ada di rumah?"
"Ya," bisik suaranya lirih.
"Boleh saya bicara dengannya?" tanya bos itu.
Dengan mengejutkan, suara kecil itu berbisik, "Tidak."

Karena ingin berbicara dengan orang dewasa, bos bertanya, "Apakah ibumu ada?"
"Ya", datang jawabannya.
"Boleh saya bicara dengannya?"
Sekali lagi suara kecil itu berbisik, "Tidak".

Mengetahui bahwa itu tidak mungkin anak kecil ditinggalkan di rumah sendiri, bos memutuskan ia akan meninggalkan kepada orang yang bertugas menjaga anak-anak.
"Apakah ada orang di sana selain kamu?" bos bertanya kepada anak itu.
"Ya," bisik anak, "Seorang polisi."

Bertanya-tanya apa yang polisi akan lakukan di rumah karyawannya, bos bertanya, "Bisa bicara dengan polisi?"
"Tidak, dia sibuk," bisik anak.
"Sibuk melakukan apa?" tanya bos.
"Berbicara dengan ayah dan ibu dan pemadam kebakaran itu," jawab anak itu sambil berbisik.

Bos mulai khawatir karena ia mendengar apa yang terdengar seperti sebuah helikopter, bos bertanya, "Suara apa itu?"
"Helikopter SAR," jawab suara anak itu berbisik.

"Apa yang terjadi di sana?" tanya bos, sekarang khawatir.
Dalam sebuah suara berbisik kagum anak menjawab, "Tim pencari saja mendarat kan helikopter SAR."

Khawatir, prihatin dan frustrasi, bos bertanya, "Mengapa mereka ada di sana?"

Masih berbisik, suara itu menjawab dengan tawa tertahan, "Mereka sedang mencari saya.."


0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar