Rabu, 15 Juli 2015

CERITA LUCU BAGIAN KE - 11 2015


BERTEMU JIN PENGABUL PERMINTAAN

Tiga orang yang bertetangga desa, Parto, Jono, dan Sam berjalan bersama-sama satu hari. Mereka melihat sebuah lampu tua, dan membersihkannya ketika sesosok jin muncul keluar.

"Aku akan memberikan kepada kalian masing-masing satu permintaan, seluruhnya adalah tiga permintaan."

Parto mengatakan, "Saya ingin tanah di desa saya subur. Saya seorang petani, ayah saya adalah seorang petani, dan anak saya suatu hari nanti akan menjadi petani."

Jadi dengan kedipan mata jin, tanah di desa Parto menjadi subur selamanya. Melihat hal itu, Jono mengatakan, "Desa saya sudah subur dan makmur, namun saya sekarang mengaku kalau saya kurang senang dengan Parto dan Sam dan orang-orang di desanya yang agak mengganggu kalau ke desa saya. Saya ingin desa saya dikelilingi dinding yang kuat sehingga Parto dan Sam atau orang lain tidak bisa masuk mengganggu kami."

Sekali lagi dengan kedipan mata jin, tiba-tiba ada dinding di sekitar desa Jono.

Sam bertanya, "Sebelum memberikan permintaan, aku ingin tahu tentang tembok ini, tolong ceritakan padaku."

"Nah" kata jin, "dinding ini adalah beton paling kuat setinggi 50 meter dan tebalnya 20 meter, dan tidak bisa ditembus apapun."

Jadi, Sam mengatakan, "Nah, kalau begitu, isilah penuh dengan air."



 
Pada saat bangun pagi seorang wanita berkata pada suaminya,

"Tadi malam aku bermimpi engkau memberi aku sebuah kalung berlian di hari ulang tahun ku ini. Bagaimana pendapatmu mengenai mimpiku itu?"

"Engkau akan segera mengetahuinya malam ini juga, Sayang," jawab suaminya.

Malam itu si suami memberikan kepada istrinya sebungkus kado. Dengan hati berdebar-debar penuh kebahagiaan sang istri membuka kado itu perlahan-lahan dan isi kado itu adalah sebuah buku yang berjudul:"Arti-arti Mimpi".



Saking udah bosannya keliling dunia, Gus Dur coba cari suasana di pesawat RI-01. 

Kali ini dia mengundang Presiden AS dan Perancis terbang bersama Gus Dur buat keliling dunia. 

Boleh dong, emangnya AS dan Perancis aja yg punya pesawat kepresidenan. 

Seperti biasa...setiap presiden selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya.

Tidak lama presiden Amerika, Clinton mengeluarkan tangannya dan sesaat kemudian dia berkata: "Wah kita sedang berada di atas New York!"

Presiden Indonesia (Gus Dur): "Lho kok bisa tau sih?"

"Itu.. patung Liberty kepegang!", jawab Clinton dengan bangganya.

Ngga mau kalah presiden Perancis, Jacques Chirac, ikut menjulurkan tangannya keluar. "Tau nggak... kita sedang berada di atas kota Paris!", katanya dengan sombongnya.

Presiden Indonesia: "Wah... kok bisa tau juga?"

"Itu... menara Eiffel kepegang!", sahut presiden Perancis tersebut.

Karena disombongin sama Clinton dan Chirac, giliran Gus Dur yang menjulurkan tangannya keluar pesawat...

"Wah... kita sedang berada di atas Tanah Abang!!!", teriak Gus Dur.

"Lho kok bisa tau sih?" tanya Clinton dan Chirac heran karena tahu Gus Dur itu kan nggak bisa ngeliat.

"Ini... jam tangan saya ilang...", jawab Gus Dur kalem


0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar