Seorang pria asing sedang berjalan kaki pada dini hari yang sepi di sebuah jalan di Jakarta ketika ia melihat sesosok mayat tergeletak di trotoar. Dia segera mengambil HP di sakunya dan menelepon layanan darurat 112 dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata.
Penerima telepon di seberang bertanya dia ada di mana dan orang itu menjawab, "Saya di Wahid Hasyim."
"Bagaimana mengejanya?" Tanya operator.
"W-a-c-h ..." pria itu mulai mengeja, "Tidak, w-a-h-c... tidak, w-h-u-c... oh, begini saja, biarkan saya menyeretnya ke Sarinah dan saya akan menelepon anda kembali nanti..."
Menu Warung Makan Ala Perancis
Ada orang yang beranggapan kalau makanan yang kita santap diberi nama
Perancis, akan terasa lebih enak. Hal tersebut disebabkan antara lain
karena anggapan bahwa semua makanan yang berbau Perancis bermutu tinggi.
Perancisisasi juga membuat orang yang akan bersantap mempunyai citra
yang kabur tentang apa sebenarnya yang ia mau santap. Misalnya:
Filet mignon (secara harafiah artinya: irisan yang lembut)
Pate de fois gras (liver paste)
Chevalen (daging kuda)
Monsieur de Veau (daging lembu muda, veal)
Escargot d'France (bekicot, keong) dsb.
Si Minah yang warungnya sering dikunjungi turis (backpackers) Perancis, tidak mau kalah. Dia pasang menu sebagai berikut:
CHEF'S SPECIAL:
Oucing Pete de Chine (Oseng Pete Cina)
Chateau de Batavie (Soto Betawi)
Saiyour de Lourdes (Sayur Lodeh)
Roujaxe d'Oleque (Rujak Ulek)
Café a la Tobruq (Kopi Tubruk)
Cappuccino de Preangers (Bajigur)
Naxis Geaux rain (Nasi Goreng)(
Manioc de Mer (singkong Rebus)
Vouz vour que tans Noir (Bubur Ketan Item)
And special today:
Loun Tounqe Saiyour (Lontong Sayur)
Hab Max Janoux Lufaz Bayaour = Habis Makan Jangan Lupa Bayar!
Filet mignon (secara harafiah artinya: irisan yang lembut)
Pate de fois gras (liver paste)
Chevalen (daging kuda)
Monsieur de Veau (daging lembu muda, veal)
Escargot d'France (bekicot, keong) dsb.
Si Minah yang warungnya sering dikunjungi turis (backpackers) Perancis, tidak mau kalah. Dia pasang menu sebagai berikut:
CHEF'S SPECIAL:
Oucing Pete de Chine (Oseng Pete Cina)
Chateau de Batavie (Soto Betawi)
Saiyour de Lourdes (Sayur Lodeh)
Roujaxe d'Oleque (Rujak Ulek)
Café a la Tobruq (Kopi Tubruk)
Cappuccino de Preangers (Bajigur)
Naxis Geaux rain (Nasi Goreng)(
Manioc de Mer (singkong Rebus)
Vouz vour que tans Noir (Bubur Ketan Item)
And special today:
Loun Tounqe Saiyour (Lontong Sayur)
Hab Max Janoux Lufaz Bayaour = Habis Makan Jangan Lupa Bayar!
Menu Restoran Paling Mahal
Ini adalah sebuah kisah anak tunggal dari seorang duda jutawan yang
bernama Ponidi. Suatu hari ayah Ponidi meninggal, ia mendapatkan seluruh
warisan, sehingga Ponidilah yang menjadi jutawan.
Kemudian dengan bangga ia mengajak temannya (Paijo) untuk ditratir disebuah restoran ternama.
Pelayan: "Pesan apa pak??"
Ponidi: "Mmmm..., Jo !! Lo pesen apa?"
Paijo: "Gue nurut deeech..."
Ponidi: "Gini aja mas.., Kami pesen menu termahal.."
Pelayan: "Baik Pak.., tapi tinggal 1 porsi pak.."
Ponidi: "Tidak apa-apa, menu termahal buat berdua pasti kenyang."
Selang beberapa waktu kemudian, pelayan membawa unggas panggang yang sangat kecil.
Pelayan: "Silakan pak.."
Ponidi: "Apa-apaan ini??!! Gue pesen yang termahal, kok dikasih burung panggang, kecil lagi."
Pelayan: "Iya Pak. Ini harganya Rp 4.500.000,-"
Ponidi: "Walah, gila kali..."
Pelayan: "Kemarin Burung perkutut ini menang lomba, ditawar 3 juta aja sama bos tidak dikasih..."
Ponidi: "?????@#$%"
Kemudian dengan bangga ia mengajak temannya (Paijo) untuk ditratir disebuah restoran ternama.
Pelayan: "Pesan apa pak??"
Ponidi: "Mmmm..., Jo !! Lo pesen apa?"
Paijo: "Gue nurut deeech..."
Ponidi: "Gini aja mas.., Kami pesen menu termahal.."
Pelayan: "Baik Pak.., tapi tinggal 1 porsi pak.."
Ponidi: "Tidak apa-apa, menu termahal buat berdua pasti kenyang."
Selang beberapa waktu kemudian, pelayan membawa unggas panggang yang sangat kecil.
Pelayan: "Silakan pak.."
Ponidi: "Apa-apaan ini??!! Gue pesen yang termahal, kok dikasih burung panggang, kecil lagi."
Pelayan: "Iya Pak. Ini harganya Rp 4.500.000,-"
Ponidi: "Walah, gila kali..."
Pelayan: "Kemarin Burung perkutut ini menang lomba, ditawar 3 juta aja sama bos tidak dikasih..."
Ponidi: "?????@#$%"
Telepon Layanan Darurat
Seorang
pria asing sedang berjalan kaki pada dini hari yang sepi di sebuah
jalan di Jakarta ketika ia melihat sesosok mayat tergeletak di trotoar.
Dia segera mengambil HP di sakunya dan menelepon layanan darurat 112
dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata.
Penerima telepon di seberang bertanya dia ada di mana dan orang itu menjawab, "Saya di Wahid Hasyim."
"Bagaimana mengejanya?" Tanya operator.
"W-a-c-h ..." pria itu mulai mengeja, "Tidak, w-a-h-c... tidak, w-h-u-c... oh, begini saja, biarkan saya menyeretnya ke Sarinah dan saya akan menelepon anda kembali nanti..."
Penerima telepon di seberang bertanya dia ada di mana dan orang itu menjawab, "Saya di Wahid Hasyim."
"Bagaimana mengejanya?" Tanya operator.
"W-a-c-h ..." pria itu mulai mengeja, "Tidak, w-a-h-c... tidak, w-h-u-c... oh, begini saja, biarkan saya menyeretnya ke Sarinah dan saya akan menelepon anda kembali nanti..."
Source: http://www.ketawa.com/

0 komentar:
Posting Komentar