GADIS DALAM BIS KOTA
Suatu hari seorang gadis cantik menaiki Bus yang penuh sesak. Karena
penuh, dia berdiri didepan seorang Pemuda. Tiba-tiba Pemuda itu berdiri,
Namun dengan lembut gadis cantik tersebut mendorong pemuda itu kembali
ke tempat duduknya. Belum sempat pemuda itu berbicara, sudah dipotong
oleh gadis tersebut.
"Sudah mas, tidak apa-apa. Tidak usah kasih tempat duduk. Saya lebih suka berdiri.."
Pemuda itupun tercengang dan juga agak jengkel mendengar jawaban gadis
tersebut. Tapi pemuda itu mencoba berdiri kembali. Namun lagi-lagi ia
didorong dengan lembut ke tempat duduknya. Dan kali ini gadis tersebut
berkata dengan nada yang sedikit keras sehingga terdengar semua orang.
"Mas.. sudah saya bilang! Saya ini lebih suka berdiri! Dan terima kasih juga atas tawarannya!"
Lalu dengan eksperesi yang agak penuh dengan emosi, pemuda itu menjawab.
"Mbak! Siapa yang mau kasih tempat duduk?!! Saya ini mau turun! Liat noh! Tempat turun saya udah kelewat jauh..!!"
Gadis : $@@@###*
ISTRI SELINGKUH
Adi pulang pagi dari kerjanya dan mendengar bunyi aneh dari kamarnya. Ia
lari keatas dan menemukan istrinya telanjang di kasur, berkeringat dan
terengah-engah. "Ada apa?" tanya Adi. "Aku terkena serangan jantung,"
teriak istrinya.
Ia lari kebawah untuk menelepon, persis ketika ia mulai memencet nomor,
anaknya yang berumur 4 tahun datang dan berkata, "Papa! Papa! Paman Doni
bersembunyi di lemari dan dia nggak pake baju."
Adi membanting telepon dan berlari keatas melewati isrinya yang
berteriak-teriak, dan membuka pintu lemari. Dan disana memang benar,
saudaranya bersembunyi, telanjang bulat dan ketakutan disudut lemari.
"Tak berperasaan," teriak Adi. "Istriku kena serangan jantung dan kamu
malah lari telanjang nakutin anak kecil!"
UANG KEMBALIAN
Kereta api berhenti di stasiun Karawang sebelum melanjutkan
perjalanannya. Pak Urip menjulurkan kepala lewat jendela. Seorang anak
kecil berdiri dekat jendela. "Jang, jang, jang " panggilnya.
Anak itu mendekat. Pak Urip mengulurkan uang seribu rupiah, "Minta
tolong di belikan dua potong roti, satu untuk kamu," katanya. Si anak
pergi namun lama baru kembali sambil mengunyah roti. Ia mengembalikan
uang lima ratus rupiahnya.
"Pak, roti yang ini tinggal satu-satunya di warung. Jadi terpaksa saya
beli. Kembaliannya ini buat Bapak," katanya. Lalu ia sambil mengunyah
roti pergi meninggalkan bapak Urip.
Jumat, 10 Juli 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar